Pangkalpinang - Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) merupakan satuan wilayah setingkat desa atau kelurahan. Kampung ini keterpaduan program pemberdayaan dan penguatan institusi keluarga untuk meningkatkan SDM dan kesejahteraan masyarakat.

Megawati Soeroso, ST., M.Si., Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, keluarga merupakan pondasi pembangunan manusia. Sebab dalam keluarga seorang anak mendapatkan kasih sayang pertama.

"Anak juga mendapatkan pendidikan, perlindungan dan pembentukan karakter," jelasnya saat Kegiatan Fasilitasi Pemerintah Daerah Kabupaten/kota untuk Pengembangan Program Ketahanan Keluarga dalam Penyelenggaraan Kampung Keluarga Berkualitas, di ruang pertemuan DP2KBP3A, Kabupaten Bangka, Kamis (1/10/2026). 

Sebanyak 30-an peserta mengikuti kegiatan kali ini. Sejumlah peserta merupakan perwakilan dari instansi pemerintah dan Petugas Lapangan Keluarga Berkualitas (PLKB) di Kabupaten Bangka. 

Lebih jauh Megawati mengharapkan adanya penguatan peran dan fungsi keluarga. Hal tersebut untuk menghadapi tantangan perubahan sosial, perkembangan teknologi, pola komunikasi dalam keluarga hingga persoalan  ekonomi.

Membangun keluarga sejahtera secara ekonomi belum cukup. Menurut Megawati, keluarga juga harus tangguh secara fisik, sosial, ekonomi, psikologis dan mampu memberikan pengasuhan yang baik.

"Kampung KB mengintegrasikan berbagai program pembangunan keluarga. Jadi bukan hanya pelayanan kontrasepsi dan pengendalian penduduk saja," tegasnya. 

Hal senada dikatakan Kepala DP2KBP3A Kabupaten Bangka Hj. Mina, S.I.P., M.Si. Keberadaan Kampung Berkualitas harus ditingkatkan. Tujuannya, meningkatkan kualitas hidup keluarga.

Selain itu, jelas Mina, dapat mengintegrasikan program Bangga Kencana,  sinkronisasi program-program lintas sektor hingga mengatasi masalah pembangunan. Petugas yang ada di Kampung KB harus orang berkualitas. 

"Jangan sampai petugas tidak mengetahui pengetahuan seputar Kampung KB. Tak hanya itu, petugas juga harus paham mengenai tugasnya," harapnya.